Festival Bakcang Singkawang 2026: Lomba Perang Air hingga Tradisi Keluarga Jadi Atraksi Wisata Budaya

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 22 Juni 2026 | 16:25:01 WIB
Peserta saling menyemprotkan air dalam atraksi perang air Festival Bakcang Singkawang 2026.

SINGKAWANG — Perayaan tahunan Festival Bakcang 2026 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, resmi dimulai dengan menghadirkan perpaduan tradisi keluarga dan atraksi budaya publik. Ajang ini tak hanya menyuguhkan lomba membuat bakcang, tetapi juga pertunjukan seni dan perang air yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Atraksi Perang Air dan Lomba Kreatif Meriahkan Festival

Salah satu sesi yang paling dinanti adalah perang air khas Singkawang yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Dalam kegiatan ini, warga dan pengunjung saling menyiram air sebagai simbol penyucian dan kegembiraan menyambut musim semi.

Selain itu, panitia juga menggelar lomba kreatif seperti menghias bakcang dan kompetisi memasak tradisional. Lomba-lomba ini dirancang untuk menarik partisipasi generasi muda agar tetap melestarikan resep turun-temurun keluarga.

Dari Meja Makan Keluarga Menuju Panggung Budaya

Festival Bakcang Singkawang 2026 berawal dari kebiasaan keluarga Tionghoa di kota tersebut yang setiap tahun membuat bakcang secara bersama-sama. Tradisi yang semula bersifat internal ini kemudian diadopsi oleh Pemerintah Kota Singkawang sebagai agenda tahunan yang terbuka untuk publik.

Transformasi ini menjadikan bakcang bukan sekadar hidangan musiman, melainkan simbol diplomasi budaya yang memperkuat identitas Singkawang sebagai kota multietnis.

Fakta Singkat Festival Bakcang Singkawang 2026

  • Lokasi utama: pusat Kota Singkawang, Kalimantan Barat
  • Atraksi utama: perang air, lomba membuat bakcang, dan pertunjukan seni
  • Target peserta: warga lokal, diaspora Tionghoa, dan wisatawan domestik

Dampak Ekonomi dan Pariwisata bagi Singkawang

Kehadiran festival ini diprediksi mendongkrak kunjungan wisatawan ke Singkawang, terutama dari kota-kota sekitar seperti Pontianak dan Sambas. Para pelaku UMKM lokal, khususnya penjual bakcang dan cenderamata, mencatat peningkatan omzet selama gelaran acara.

Pemerintah daerah setempat berharap festival ini bisa menjadi agenda tetap dalam kalender pariwisata Kalimantan Barat. Dengan promosi yang masif, Festival Bakcang diharapkan mampu bersaing dengan festival budaya lain di tingkat nasional.

Pelestarian Tradisi di Tengah Modernisasi

Meski dikemas dalam format festival modern, panitia tetap mempertahankan ritual adat dalam proses pembuatan bakcang. Penggunaan bahan-bahan alami dan resep warisan leluhur masih menjadi standar utama yang diajarkan kepada peserta lomba.

Dengan pendekatan ini, Festival Bakcang Singkawang 2026 tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak melupakan akar tradisi keluarga.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top