Warga Kalbar Masih Pilih Berobat ke RS Malaysia, Direktur RSUD Soedarso: Bukan Cuma Soal Teknologi Tapi Juga Keramahan

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 15:57:31 WIB
Warga Kalbar masih memilih berobat ke RS Malaysia karena pelayanan yang lebih ramah dan cepat.

Harry Agung menyebut bahwa kualitas pelayanan rumah sakit daerah masih kerap dibandingkan dengan standar rumah sakit di luar negeri. Ia menekankan bahwa peningkatan tidak boleh berhenti pada pengadaan alat canggih.

“Yang perlu terus dioptimalkan bukan hanya kualitas teknologinya, tetapi bagaimana memanage hospitality atau keramahannya kepada pasien dan juga kecepatan pelayanan. Ini yang memang masih menjadi tantangan rumah sakit daerah,” katanya kepada Pontianak Informasi.

Minimnya Dokter Spesialis: Masalah Kuantitas dan Distribusi

Selain faktor pelayanan, Harry mengakui bahwa persoalan utama di daerah adalah minimnya jumlah dokter spesialis. Distribusi tenaga medis yang belum merata di seluruh Kalimantan Barat memperparah kondisi ini, membuat warga enggan menunggu lama dan memilih opsi di luar negeri.

Pemerintah daerah disebut tengah berupaya mengatasi kekurangan ini melalui jalur pendidikan. Universitas Tanjungpura (Untan) telah membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi dan telah mengantongi izin operasional.

RSUD Soedarso Buka Pendidikan Spesialis Jantung dan Bedah

RSUD Soedarso bersama Untan akan membuka pendidikan spesialis jantung pada tahun ini. Rencananya, pendidikan spesialis bedah akan menyusul pada tahun depan.

“Ini salah satu langkah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di wilayah-wilayah yang masih kekurangan dan belum merata,” tutup Harry.

Ratusan Pasien Per Hari: Beban Pelayanan BPJS di RSUD Soedarso

RSUD Soedarso Pontianak menjadi salah satu rumah sakit rujukan utama bagi peserta BPJS Kesehatan. Setiap hari, jumlah pasien rawat jalan mencapai 800 hingga 1.000 orang. Sementara itu, pasien yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) berkisar 80 hingga 120 orang per hari.

Tingginya volume pasien ini menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan yang cepat dan optimal. Harry menegaskan perlu ada penambahan sarana-prasarana dan sumber daya manusia untuk mengimbangi lonjakan jumlah pasien.

“Ini menjadi tantangan rumah sakit daerah untuk memberikan pelayanan lebih cepat. Karena itu perlu penambahan sarana-prasarana dan juga sumber daya manusia,” ujarnya.

Peningkatan Kapasitas Dokter: Belajar dari Dalam dan Luar Negeri

Harry juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Menurutnya, kualitas tenaga medis Indonesia masih sering dibandingkan dengan tenaga medis dari luar negeri, sehingga perlu ada peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan.

“Intinya kami ingin memberikan motivasi agar tenaga kesehatan terus meningkatkan pengetahuannya, tidak hanya melalui pendidikan di dalam negeri tetapi juga di luar negeri,” pungkasnya.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: pontianakinformasi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top