MEMPAWAH — Kontingen anggar Kabupaten Mempawah menempatkan dua atletnya di podium tertinggi sepanjang gelaran West Java Fencing Challenge 2026. Devia Sheila turun di kelas floret yunior putri, sementara Yudha Pratama berlaga di nomor degen yunior putra.
Devia memastikan medali emas setelah mengalahkan Aimee Sidharta dari Fechten Fencing Club dengan skor 15-8 pada partai final. Selisih tujuh angka membuat laga tersebut relatif terkendali sejak awal.
Jalur Yudha jauh lebih ketat. Ia menundukkan atlet asal Sulawesi Selatan dengan skor tipis 15-14 di partai puncak degen yunior putra. Selisih satu angka itu memaksa Yudha bertahan hingga tusukan terakhir.
Utin Dinara Batrisha menyumbang dua perunggu sekaligus, masing-masing dari nomor degen kadet putri dan degen yunior putri. Satu medali perunggu lainnya diraih Gusti Edga Putra Deandra di nomor floret yunior putra.
Pelatih Anggar Mempawah, Verdiana Rihandini, menyebut hasil ini sebagai dorongan positif bagi tim menjelang kejuaraan daerah.
"Kita bersyukur dengan capaian ini. Tentunya atlet akan semakin mempersiapkan diri menjelang Porprov Kalbar," ujarnya.
Rangkaian lomba di Bandung belum selesai. Para atlet Mempawah masih bertanding di nomor senior untuk memperebutkan posisi terbaik. Verdiana berharap anak asuhnya menjaga semangat, fokus, dan konsistensi hingga kompetisi berakhir.
Ia juga memohon doa dan dukungan warga Mempawah agar seluruh atlet tampil maksimal. Ajang ini dinilai menjadi alat ukur kemampuan sekaligus modal kepercayaan diri menuju Porprov XIV Kalimantan Barat pada November 2026.
Verdiana menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mempawah Erlina, Ketua Pengkab IKASI Mempawah Arifin, KONI Mempawah, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), serta orang tua atlet. Dukungan moril dan materiil dari pihak-pihak itu dinilai penting bagi pembinaan atlet anggar Mempawah.
Dengan raihan sementara dua emas dan tiga perunggu, kontingen Mempawah berpeluang menambah koleksi medali sebelum pertandingan di Bandung tuntas.