PLN Mempawah Resmi Sambungkan Listrik 345.000 VA untuk Tambang ANTAM di Toho, Dukung Hilirisasi Industri Kalbar

Penulis: Pandu Wibisono  •  Senin, 27 Juli 2026 | 13:41:01 WIB
PLN Mempawah menyelesaikan penyambungan listrik berdaya 345.000 VA untuk tambang ANTAM di Toho, Jumat (17/7).

MEMPAWAH — Proses penyambungan yang dilakukan pada Jumat (17/7) itu menjadi titik krusial bagi operasional ANTAM di Desa Anjungan Melancar, Kecamatan Anjongan. Pasokan listrik andal diyakini mampu mendongkrak efisiensi produksi perusahaan pelat merah tersebut.

Manager PLN UP3 Mempawah, Abdul Azis P, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan telah melalui prosedur ketat. Mulai dari survei teknis, pembangunan infrastruktur, hingga pengujian instalasi, semua rampung tepat waktu dan sesuai standar keselamatan ketenagalistrikan.

Sinergi dari Perencanaan hingga Penyalaan

"Berkat koordinasi yang baik antara tim PLN dan PT ANTAM, proses energize daya 345.000 VA dapat diselesaikan dengan aman," ujar Abdul Azis dalam keterangan resmi yang diterima di Mempawah.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar soal teknis, melainkan juga membuka ruang bagi pengembangan kegiatan industri di masa mendatang. "Kami berharap keandalan pasokan ini mampu mendukung operasional perusahaan secara optimal," katanya.

Apresiasi dari Pihak Tambang

Maintenance Work Unit Head PT ANTAM Tbk, Maskuri, menyambut baik langkah PLN. Menurutnya, suplai listrik sebesar 345.000 VA akan membuat operasional di area Toho berjalan lebih efisien.

"Kami mengapresiasi pelayanan yang profesional, responsif, dan tepat waktu. Ini mendukung pencapaian target produksi perusahaan," ungkap Maskuri. Ia berharap sinergi yang sudah terjalin ini bisa berlanjut untuk pengembangan industri berkelanjutan.

Listrik sebagai Fondasi Investasi Daerah

General Manager PT PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa penyediaan listrik andal bagi sektor industri adalah fondasi pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut langkah ini menunjukkan kesiapan PLN dalam mendukung iklim investasi yang kondusif.

"Listrik bukan sekadar energi. Ini adalah fondasi bagi pertumbuhan industri dan investasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat infrastruktur untuk mendukung hilirisasi dan daya saing di Kalbar," tutur Maria.

Keberhasilan penyambungan ini menjadi sinyal positif bagi investor yang ingin menanamkan modal di Kalimantan Barat. Dengan pasokan listrik yang stabil, sektor pertambangan dan pengolahan diharapkan bisa berjalan tanpa hambatan, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top