PONTIANAK — Kabupaten Kubu Raya menghadapi kondisi fiskal yang kurang baik. Namun Bupati Sujiwo tak menjadikannya alasan untuk melambat. Sebaliknya, ia justru mendorong sinergi kuat antarlembaga dan mitra sebagai jawaban atas keterbatasan tersebut.
Sujiwo menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tak semata bergantung pada besaran anggaran. Lebih dari itu, kemampuan pemerintah menjalin kerja sama menjadi faktor penentu.
“Dalam kondisi fiskal daerah yang kurang baik, kolaborasi menjadi sebuah keharusan,” ujarnya di hadapan para pejabat pemprov.
Menurut Sujiwo, kolaborasi harus dimulai dari rumah sendiri. Ia merinci sinergi antara kepala daerah, wakil bupati, sekretaris daerah, hingga seluruh perangkat daerah sebagai fondasi tata kelola.
Di luar itu, pemerintah daerah juga menggandeng pemerintah pusat, provinsi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya satu: mempercepat eksekusi program pembangunan.
“Kolaborasi itu dilakukan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal, saya berkolaborasi dengan wakil bupati, sekda, para kepala perangkat daerah, termasuk lintas perangkat daerah. Secara eksternal, kami membangun sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat pembangunan,” paparnya.
Bagi Sujiwo, kolaborasi hanya akan berjalan jika masyarakat percaya pada pemerintah. Kepercayaan itu, lanjutnya, lahir dari pelayanan publik yang berkualitas dan profesional.
“Kolaborasi hanya bisa terwujud apabila ada public trust. Kepercayaan publik akan lahir ketika pelayanan publik berjalan dengan baik. Kalau pelayanan kepada masyarakat baik, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Dari situlah kolaborasi menjadi kuat dan menghasilkan percepatan pembangunan,” jelasnya.
Sujiwo menyoroti peran strategis aparatur sipil negara (ASN). Mereka adalah garda terdepan dalam pelayanan publik. Ia mengaku berkomitmen melindungi dan mendukung ASN agar bisa bekerja optimal.
“ASN adalah aset utama pemerintah. Saya selalu menempatkan diri sebagai protector sekaligus supporter bagi ASN. Ketika mereka bekerja dengan baik, saya wajib memberikan perlindungan dan dukungan agar mereka dapat bekerja dengan tenang. Tanpa ASN yang profesional, pelayanan publik tidak akan berjalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh pencapaian pembangunan di Kubu Raya merupakan hasil kerja bersama. “Percepatan pembangunan di Kubu Raya adalah hasil karya bersama. Kami membangun sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dunia usaha, dan seluruh stakeholder. Ketika pelayanan publik baik dan kepercayaan masyarakat tumbuh, maka kolaborasi akan berjalan dengan sendirinya dan pembangunan dapat dipercepat,” pungkasnya.