KALIMANTAN BARAT — ITB kembali membuka kesempatan bagi akademisi untuk bergabung sebagai tenaga pengajar. Rekrutmen dosen tidak tetap (DTT) ini menjadi jalur masuk bagi lulusan S2 dan S3 yang ingin mengajar di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kuota yang disediakan mencapai 70 orang, tersebar di sembilan fakultas dan sekolah.
ITB membuka lowongan untuk sejumlah unit akademik. Berikut rincian formasi berdasarkan fakultas dan sekolah, lengkap dengan kuota sementara masing-masing:
ITB juga membuka kemungkinan bagi pelamar dengan kualifikasi di luar bidang yang tercantum, terutama yang relevan dengan program multidisiplin dan multikampus.
Pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan akademik. Secara umum, kandidat wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), berusia maksimal 35 tahun untuk lulusan S2 dan 40 tahun untuk lulusan S3 per 31 Desember 2026. Pelamar juga harus memiliki sertifikat ELPT ITB minimal 77 atau TOEFL ITP minimal 475, serta sertifikat TPA Bappenas dengan skor minimal 475 yang masih berlaku.
Kualifikasi akademik dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan:
ITB juga mengutamakan pelamar yang memiliki pengalaman kerja relevan dan bersedia ditempatkan di seluruh kampus ITB, termasuk Ganesha, Jatinangor, Cirebon, dan Jakarta.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi rekrutmen ITB. Pelamar dapat mengakses link kualifikasi khusus untuk masing-masing fakultas atau sekolah yang diminati. Berikut tautan yang disediakan panitia:
Batas akhir pendaftaran adalah 4 Agustus mendatang. Pastikan seluruh dokumen persyaratan, termasuk sertifikat bahasa Inggris dan TPA, telah disiapkan sebelum mengirimkan lamaran.