LANDASAN — Peringatan tahunan ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Barat (Forkopimda), instansi pemerintah, TNI-Polri, Veteran, organisasi masyarakat, pelajar, hingga para waris korban. Dari jajaran Polres Landak, hadir Wakapolres Kompol Syaiful Bahri, Kabag Ops Kompol Imbang Sulistyono, serta personel yang mengikuti jalannya upacara dengan penuh penghormatan.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, menegaskan keikutsertaan Polres Landak dalam upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban demi bangsa dan negara.
"Hari Berkabung Daerah bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani semangat perjuangan, pengorbanan, serta memperkuat rasa cinta tanah air," ujar AKBP Devi Ariantari dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan, semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Peringatan Hari Berkabung Daerah bertujuan mengenang peristiwa kelam dalam sejarah Kalimantan Barat, sekaligus mengingatkan generasi penerus akan pentingnya menjaga persatuan dan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. Makam Juang Mandor sendiri merupakan lokasi bersejarah yang menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang terhadap tokoh-tokoh pejuang Kalimantan Barat sekitar tahun 1942.
Polres Landak berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan. Melalui peringatan ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan, menghargai sejarah perjuangan bangsa, serta bersama-sama membangun Kalimantan Barat yang aman, damai, dan sejahtera.