KALIMANTAN BARAT — Laga persahabatan di Hampden Park, Glasgow, Selasa (27/3) dini hari WIB, menyajikan drama. Brasil unggul satu gol, gagal menggandakan keunggulan setelah wasit menganulir gol Vinicius Junior melalui bantuan VAR.
Wasit asal Inggris, John Beaton, awalnya mengesahkan gol Vinicius Junior. Namun, asisten wasit video (VAR) memanggilnya untuk meninjau ulang momen awal serangan Brasil.
Tayangan ulang menunjukkan Vinicius Junior melakukan kontak dengan kiper Skotlandia, Angus Gunn, saat memperebutkan bola udara. Wasit membatalkan gol dan memberikan tendangan bebas untuk Skotlandia.
Keputusan ini menuai reaksi beragam. Sebagian pihak menilai kontak Vinicius Junior terlalu ringan untuk disebut pelanggaran. Namun, wasit berpendapat penyerang Real Madrid itu mengganggu kiper yang dalam posisi tidak seimbang.
“Wasit melihat kontak bahu ke bahu yang jelas. Dalam aturan baru, kiper dilindungi lebih ketat di area kotak penalti,” jelas seorang pengamat wasit dalam siaran langsung pertandingan.
Meski kehilangan satu gol, Brasil tetap mendominasi jalannya pertandingan. Tim asuhan Dorival Junior terus menekan pertahanan Skotlandia yang rapat dan disiplin. Peluang emas diciptakan melalui kaki Raphinha dan Rodrygo, namun kiper Gunn tampil gemilang.
Skotlandia sesekali mengancam lewat serangan balik cepat. Lini belakang Brasil yang dikawal Marquinhos dan Gabriel Magalhaes meredam gempuran tuan rumah.
Pertandingan berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Brasil. Satu-satunya gol dicetak Lucas Paqueta di babak pertama. Keputusan VAR yang membatalkan gol kedua Brasil menjadi bahan diskusi hangat setelah laga usai.
Bagi Brasil, laga ini menjadi persiapan penting menjelang Copa America 2024. Bagi Skotlandia, hasil ini menunjukkan pertahanan mereka cukup solid menghadapi tim raksasa.