Polnep dan Karang Taruna di Kalbar Olah Jagung Lokal Jadi Mie Sehat, Targetkan Diversifikasi Pangan Ekonomis

Penulis: Pandu Wibisono  •  Senin, 22 Juni 2026 | 16:37:01 WIB
Tim PKM Polnep bersama Karang Taruna Kalbar mengolah jagung lokal menjadi mie sehat bernilai tambah.

PONTIANAK — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggandeng pemuda Karang Taruna untuk mengolah jagung lokal menjadi mie sehat. Inisiatif ini merupakan bagian dari program pengabdian yang menyasar diversifikasi pangan bernilai tambah.

Mengapa Jagung Lokal Jadi Target Olahan?

Kalimantan Barat memiliki potensi jagung yang cukup besar, namun selama ini hasil panen lebih banyak dijual dalam bentuk mentah atau pakan ternak. Tim PKM Polnep melihat celah untuk meningkatkan nilai jual komoditas tersebut melalui inovasi pangan. Jagung dipilih karena kandungan karbohidrat kompleks dan seratnya yang lebih tinggi dibanding tepung terigu, sehingga cocok dikembangkan sebagai mie sehat.

“Kami ingin memberikan keterampilan yang aplikatif. Jagung mudah didapat, harganya terjangkau, dan hasil olahannya punya pasar yang jelas,” ujar Ketua Tim PKM Polnep dalam sesi pelatihan.

Proses Pelatihan: Dari Tepung Hingga Kemasan Siap Jual

Dalam pelatihan tersebut, anggota Karang Taruna diajarkan seluruh rantai produksi, mulai dari pengolahan jagung menjadi tepung, pencampuran adonan, hingga pencetakan mie basah dan kering. Tak hanya teknik produksi, peserta juga mendapat materi pengemasan dan perhitungan harga pokok produksi.

Metode yang digunakan cukup sederhana dan bisa diterapkan di dapur rumah tangga. Tim PKM Polnep menyediakan mesin pencetak mie portable agar peserta bisa mempraktikkan langsung. Hasil akhirnya berupa mie jagung yang teksturnya kenyal, tidak mudah putus, dan punya aroma khas jagung yang ringan.

Fakta Singkat Program PKM Polnep

  • Target peserta: Pemuda Karang Taruna di wilayah Pontianak dan sekitarnya
  • Bahan baku utama: Jagung lokal Kalimantan Barat
  • Produk akhir: Mie sehat (basah dan kering) dengan nilai jual ekonomis
  • Tujuan jangka panjang: Membuka peluang usaha mikro bagi pemuda desa

Dampak Ekonomi: Mie Jagung Bisa Jadi Alternatif Usaha

Tim PKM Polnep menilai mie jagung punya potensi pasar yang menjanjikan, terutama di segmen konsumen yang sadar kesehatan. Dengan biaya produksi yang relatif rendah, margin keuntungan bisa mencapai 30-40 persen jika dijual dalam kemasan eceran. Program ini juga diharapkan bisa memutus ketergantungan pada tepung terigu impor yang harganya fluktuatif.

Ke depan, Karang Taruna yang sudah terlatih akan didampingi secara berkala untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga. Polnep juga membuka kemungkinan kerja sama dengan dinas terkait untuk memperluas jangkauan pemasaran, termasuk ke pasar modern dan platform digital.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top